Tema
: Andai bisa terbang gratis, aku akan menemuinya...............
Andai saya bisa bisa
terbang gratis, saya ingin pergi dari surabaya ke medan memakai pesawat “Citilink”
karena ingin sekali bertemu suku asli Nias di medan. Suku Nias memiliki
keunikan tersendiri yaitu berciri megalitikum
(batu). Banyak ukiran dan alat-alat yang berasal dari batu yang ingin saya
lihat secara langsung di sana. Suku Nias adalah kelompok masyarakat yang hidup di pulau
Nias. Dalam bahasa aslinya, orang Nias menamakan
diri mereka "Ono Niha" (Ono = anak/keturunan; Niha = manusia) dan
pulau Nias sebagai "Tanö Niha" (Tanö = tanah). Suku Nias adalah masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan
kebudayaan yang masih tinggi. Hukum adat Nias secara umum disebut fondrakö yang
mengatur segala segi kehidupan mulai dari kelahiran sampai kematian. Masyarakat
Nias kuno hidup dalam budaya megalitik dibuktikan oleh peninggalan sejarah
berupa ukiran pada batu-batu besar yang masih ditemukan di wilayah pedalaman
pulau ini sampai sekarang. Kasta : Suku Nias mengenal sistem kasta(12
tingkatan Kasta). Dimana tingkatan kasta yang tertinggi adalah
"Balugu". Untuk mencapai tingkatan ini seseorang harus mampu
melakukan pesta besar dengan mengundang ribuan orang dan menyembelih ribuan
ekor ternak babi selama berhari-hari.
Pulau Nias memiliki
luas wilayah 5.625 km² ini berpenduduk 700.000 jiwa. Agama mayoritas daerah ini
adalah Kristen Protestan.
Nias saat ini telah dimekarkan menjadi empat kabupaten dan 1 kota, yaitu
Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias
Utara, dan Kota Gunungsitoli.
Akses dari Medan ke Nias dapat ditempuh melalui jalur udara, darat dan
laut.
1.
Udara
Jarak tempuh menuju Kepulauan Nias berkisar 45 menit
dari Bandar Udara Internasional Kualanamu
(Medan) - Bandar Udara
Binaka (Nias)
dengan harga tiket antara Rp 400.000 s/d Rp 700.000.
2.
Darat
- Dari Kota Medan menuju Kota Sibolga berkisar 10 jam dengan mengendarai Jasa Angkutan Darat seperti Taxi, Mini Bus dll harga tiket sekitar Rp 120.000
- Dari Kota Medan menuju Kota Pelabuhan Aceh Singkil berkisar 8 jam dengan mengendarai Jasa Angkutan Darat seperti Taxi, Mini Bus dll harga tiket sekitar Rp 120.000
3.
Laut
- Sesampainya di Pelabuhan Sibolga, perjalanan laut menuju Pelabuhan Gunungsitoli dapat memakan waktu 10 jam dengan menggunakan Kapal Penyeberangan dengan harga tiket sekitar Rp 80.000 s/d Rp 130.00. Kapal ini beroperasi setiap hari dengan jadwal keberangkatan Malam dan sampai di Gunungsitoli pagi hari.
- Dari Pelabuhan Aceh Singkil dapat menyeberang dengan menggunakan kapal penumpang yang beroperasi 2 kali seminggu yaitu hari Selasa dan Kamis.
Saya ingin melihat secara langsung budaya lompat batu “Fahombo” dan
rumah adat serta budaya suku Nias.
Hombo Batu atau
dalam bahasa Indonesia "Lompat Batu" adalah olah
raga tradisional Suku
Nias. Olah raga yang sebelumnya merupakan ritual pendewasaan Suku Nias ini banyak dilakukan di Pulau
Nias dan menjadi objek wisata tradisional unik
yang teraneh hingga ke seluruh dunia.Mereka harus melompati susunan bangunan batu setinggi 2 meter dengan ketebalan 40
cm.
Di masa lampau,
pemuda Nias akan mencoba untuk melompati batu setinggi lebih dari 2 meter, dan
jika mereka berhasil mereka akaan menjadi lelaki dewasa dan dapat bergabung
sebagai prajurit untuk berperang dan menikah. Sejak usia 10 tahun, anak lelaki
di Pulau Nias akan bersiap untuk melakukan giliran "fahombo"
mereka. Sebagai ritual, fahombo dianggap sangat serius dalam adat Nias. Anak lelaki akan
melompati batu tersebut untuk mendapat status kedewasaan mereka, dengan
mengenakan busana pejuang Nias, menandakan bahwa mereka telah siap bertempur
dan memikul tanggung jawab laki-laki dewasa.
Batu yang harus
dilompati dalam fahombo berbentuk seperti sebuah monumen piramida
dengan permukaan atas datar. Tingginya tidak kurang dari 2 meter, dengan lebar
90 cm, dan panjang 60 cm. Pelompat tidak hanya harus melompati tumpukan batu
tersebut, tapi ia juga harus memiliki teknik untuk mendarat, karena jika dia
mendarat dengan posisi yang salah, dapat menyebabkan cedera otot
atau patah tulang.
Di masa lampau, di atas papan batu bahkan ditutupi dengan paku dan bambu runcing,
yang menunjukkan betapa seriusnya ritual ini di mata Suku Nias. Secara taktis
dalam peperangan, tradisi fahombo ini juga berarti melatih prajurit muda
untuk tangkas dan gesit dalam melompati dinding pertahanan musuh mereka, dengan
obor di satu tangan dan pedang di malam hari.
Gambar.
Rumah Asli Suku Nias
Saya juga ingin melakukan diving dan melihat surfing
di perairan Nias. Terutama di pantai Sorake dan Lagundri yang merupakan salah
satu spot surfing yang paling sering dikunjungi turis. Ketinggian ombaknya bisa
mencapai 30 m.
Itinerary
perjalanan memakai pesawat citilink
Berangkat
Rabu, 17 Juni 2015
Surabaya-Jakarta (QG 814) : 21.55-23.15 WIB
Jakarta-Medan (QG 830) : 05.55 WIB - 08.10 WITA
Pulang
Sabtu, 20 Juni 2015
Medan-Batam (QG 884) :
08.50 -10.10 WITA
Batam -Surabaya (QG 922) :17.10 WITA-19.25 WIB
Kesan
dan pesan menggunakan traveloka app : Easy and fast....Sangat mudah dan cepat prosesnya melalui
traveloka. Hanya perlu memilih jadwal terbang dan jadwal menginap kemudian
langsung dapat kita lihat banyak pilihan maskapai pesawat dan hotel. Setelah
memilih langsung mengisi data pemesanan, melakukan pembayaran dan e-tiket akan
dikirimkan ke email kita.
Jadi jangan lupa
travelling menggunakan traveloka app.
Dan naik pesawat citilink dijamin comfy
and cheap!!!!.......So, let’s
explore our ethnic culture in Indonesia guys...................