Minggu, 07 Juni 2015

Andai bisa terbang gratis, saya akan menemui Orang asli Suku Nias-Medan..........



Tema : Andai bisa terbang gratis, aku akan menemuinya...............


Andai saya bisa bisa terbang gratis, saya ingin pergi dari surabaya ke medan memakai pesawat “Citilink” karena ingin sekali bertemu suku asli Nias di medan. Suku Nias memiliki keunikan tersendiri yaitu berciri megalitikum (batu). Banyak ukiran dan alat-alat yang berasal dari batu yang ingin saya lihat secara langsung di sana. Suku Nias adalah kelompok masyarakat yang hidup di pulau Nias. Dalam bahasa aslinya, orang Nias menamakan diri mereka "Ono Niha" (Ono = anak/keturunan; Niha = manusia) dan pulau Nias sebagai "Tanö Niha" (Tanö = tanah). Suku Nias adalah masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi. Hukum adat Nias secara umum disebut fondrakö yang mengatur segala segi kehidupan mulai dari kelahiran sampai kematian. Masyarakat Nias kuno hidup dalam budaya megalitik dibuktikan oleh peninggalan sejarah berupa ukiran pada batu-batu besar yang masih ditemukan di wilayah pedalaman pulau ini sampai sekarang. Kasta : Suku Nias mengenal sistem kasta(12 tingkatan Kasta). Dimana tingkatan kasta yang tertinggi adalah "Balugu". Untuk mencapai tingkatan ini seseorang harus mampu melakukan pesta besar dengan mengundang ribuan orang dan menyembelih ribuan ekor ternak babi selama berhari-hari.
Pulau Nias memiliki luas wilayah 5.625 km² ini berpenduduk 700.000 jiwa. Agama mayoritas daerah ini adalah Kristen Protestan. Nias saat ini telah dimekarkan menjadi empat kabupaten dan 1 kota, yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli.
Akses dari Medan ke Nias dapat ditempuh melalui jalur udara, darat dan laut.
1.      Udara
Jarak tempuh menuju Kepulauan Nias berkisar 45 menit dari Bandar Udara Internasional Kualanamu (Medan) - Bandar Udara Binaka (Nias) dengan harga tiket antara Rp 400.000 s/d Rp 700.000.
2.      Darat
  • Dari Kota Medan menuju Kota Sibolga berkisar 10 jam dengan mengendarai Jasa Angkutan Darat seperti Taxi, Mini Bus dll harga tiket sekitar Rp 120.000
  • Dari Kota Medan menuju Kota Pelabuhan Aceh Singkil berkisar 8 jam dengan mengendarai Jasa Angkutan Darat seperti Taxi, Mini Bus dll harga tiket sekitar Rp 120.000


3.      Laut
  • Sesampainya di Pelabuhan Sibolga, perjalanan laut menuju Pelabuhan Gunungsitoli dapat memakan waktu 10 jam dengan menggunakan Kapal Penyeberangan dengan harga tiket sekitar Rp 80.000 s/d Rp 130.00. Kapal ini beroperasi setiap hari dengan jadwal keberangkatan Malam dan sampai di Gunungsitoli pagi hari.
  • Dari Pelabuhan Aceh Singkil dapat menyeberang dengan menggunakan kapal penumpang yang beroperasi 2 kali seminggu yaitu hari Selasa dan Kamis.

Saya ingin melihat secara langsung budaya lompat batu “Fahombo” dan rumah adat serta budaya suku Nias.  
Hombo Batu atau dalam bahasa Indonesia "Lompat Batu" adalah olah raga tradisional Suku Nias. Olah raga yang sebelumnya merupakan ritual pendewasaan Suku Nias ini banyak dilakukan di Pulau Nias dan menjadi objek wisata tradisional unik yang teraneh hingga ke seluruh dunia.Mereka harus melompati susunan bangunan batu setinggi 2 meter dengan ketebalan 40 cm.
Di masa lampau, pemuda Nias akan mencoba untuk melompati batu setinggi lebih dari 2 meter, dan jika mereka berhasil mereka akaan menjadi lelaki dewasa dan dapat bergabung sebagai prajurit untuk berperang dan menikah. Sejak usia 10 tahun, anak lelaki di Pulau Nias akan bersiap untuk melakukan giliran "fahombo" mereka. Sebagai ritual, fahombo dianggap sangat serius dalam adat Nias. Anak lelaki akan melompati batu tersebut untuk mendapat status kedewasaan mereka, dengan mengenakan busana pejuang Nias, menandakan bahwa mereka telah siap bertempur dan memikul tanggung jawab laki-laki dewasa.
Batu yang harus dilompati dalam fahombo berbentuk seperti sebuah monumen piramida dengan permukaan atas datar. Tingginya tidak kurang dari 2 meter, dengan lebar 90 cm, dan panjang 60 cm. Pelompat tidak hanya harus melompati tumpukan batu tersebut, tapi ia juga harus memiliki teknik untuk mendarat, karena jika dia mendarat dengan posisi yang salah, dapat menyebabkan cedera otot atau patah tulang. Di masa lampau, di atas papan batu bahkan ditutupi dengan paku dan bambu runcing, yang menunjukkan betapa seriusnya ritual ini di mata Suku Nias. Secara taktis dalam peperangan, tradisi fahombo ini juga berarti melatih prajurit muda untuk tangkas dan gesit dalam melompati dinding pertahanan musuh mereka, dengan obor di satu tangan dan pedang di malam hari.











Gambar. Rumah Asli Suku Nias
Saya juga ingin melakukan diving dan melihat surfing di perairan Nias. Terutama di pantai Sorake dan Lagundri yang merupakan salah satu spot surfing yang paling sering dikunjungi turis. Ketinggian ombaknya bisa mencapai 30 m.
Itinerary perjalanan memakai pesawat citilink
Berangkat Rabu, 17 Juni 2015                      
Surabaya-Jakarta (QG 814)                : 21.55-23.15 WIB
Jakarta-Medan (QG 830)                    : 05.55 WIB - 08.10 WITA
Pulang Sabtu, 20 Juni 2015
Medan-Batam (QG 884)                     : 08.50 -10.10 WITA
Batam -Surabaya (QG 922)                :17.10 WITA-19.25 WIB

 

 
Kesan dan pesan menggunakan traveloka app : Easy and fast....Sangat mudah dan cepat prosesnya melalui traveloka. Hanya perlu memilih jadwal terbang dan jadwal menginap kemudian langsung dapat kita lihat banyak pilihan maskapai pesawat dan hotel. Setelah memilih langsung mengisi data pemesanan, melakukan pembayaran dan e-tiket akan dikirimkan ke email kita.
Jadi jangan lupa travelling menggunakan traveloka app. Dan naik pesawat citilink dijamin comfy and cheap!!!!.......So, let’s explore our ethnic culture in Indonesia guys...................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar